Kamis, 18 Desember 2008

PONSEL TV

Mungkin awal 2000an nonton tv di ponsel menjadi hal yang mustahil dan hanya berupa gagasan saja. Tapi sekarang kita bisa melihat gagasan tersebut menjadi nyata. Sekarang banyak ponsel yang menawarkan televisi sebagai produk andalan.

Terlebih selama Piala Dunia 2006 berlangsung di Jerman, para pelaku bisnis saat ini giat memasarkan telepon seluler yang bisa menangkap siaran televisi. Cuplikan pertandingan dan gol-gol yang terjadi di ajang Piala Dunia 2006 pun dapat di nikmati melalui ponsel mini. Di antaranya Nokia yang menghadirkan ponsel N92, menawarkan teknologi pencari signal TV yaitu teknologi DVB-H, sedangkan samsung dengan SGH-P900nya, dilengkapi dengan teknologi Digital Multimedia Broadcast (DMB), serta Samart yang merupakan produk dari Thailand yang bekerjasama dengan XL, telah masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu dengan ponsel i-MobileTV901. Ponsel dengan fitur siaran televisi memang bukanlah hal yang aneh, terutama dalam konteks generasi ketig (3G). Layanan ini pada dasarnya adalah layanan dengan transfer data berkecepatan sangat tinggi, atau lebih dari 3 Mbper detik. Sehingga dalam kondisi tersebut, pengguna ponsel bisa menikmati berbagai layanan yang mengandalkan koneksi data, seperti menonton televisi di posel atau konferensi video.

Saat ini ada 2 teknologi utama yang mendukung mobile TV, yaitu DVB-H dan T-DMB. Fitur DVB-H (Digutal Vidio Broadcast-Handheld) ialah fitur dalam ponsel berteknologi 3G yang mensyaratkan pengambilan data (download) untuk bisamenikmati siaran televisi, dimana DVB-H merupakan pengembangan lebih lanjut dari Digital Vidio Broadcasting (DVB), suatu standart di Eropa. Teknologi ini mampu menghadirkan trasfer data berkecepatan tinggi dan mendukung layanan siaran bergerak.

Hal tersebut berbeda dengan T-DNB (Terrestrial Digital Media Boardcasting), teknologi untuk mendukung akses siaran televisi melalui telepon seluler yang tidak menggunakan tenologi 3G. Alih-alih mengandalkan teknologi 3G, Samsung memperkenalkan pomsel SGH-P900 yang berteknologi T-DMB (Terrestrial Digital Multimedia Broadcasting). Dengn fitur tersebut, pengguna ponsel Samsung SGH-P900 pun bisa memanggil siaran di ponsel mereka, dengan melengkapi ponsel tersebut dengan TV tuner biasa. Caranya, TV tuner pada ponsel akan menangkap siaran dari pemancar siaran stasiun televisi, bukan dari menara base transceiver stasion (BTS) milik operator seluler. Alhasil, ponsel dengan TV tuner seperti ini memang akan lebih bagus bila berada di kota-kota besar yang pancaran frekuensi televisi nya sangat kuat. Ada pilihan serupa pula dari ponsel Semart. Ponsel produksi Thailand ini menawarkan I-Mobile TV901 yang juga memiliki TV tuner yang sama halnya ponsel Samsung, yaitu TV901 bisa menerima siaran dengan baik di wilayah yang sudah tercakup frekuensi televisi.

Menonton televisi melalui handphone saat ini pun telah menjadi kenyataan, dan akan menjadi trend terbaru. Bahkan diperkirakan, dalam tiga atau empat tahun lagi, ponsel yang kalian miliki, dapat memilki 200 saluran televisi! Memang dikala aktivitas kehidupan menjadi sangat mobile dan dinamis, berbagai informasi terkini juga berada bersama dan menyartai kita. Dan kita patut bersyukurkita hidup dijaman yang serba mobile dan digital ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar