Sabtu, 20 Desember 2008
PEMBERANTASAN KORUPSI BERBASIS TEKNOLOGI :
DOMINASI MORAL DAN SISTEM” yang menghadirkan pembicara Asep Chaerullah, MM (staf KPK pusat), M. Mustakim, MT dan Drs. Agus Condro Prayitno (mantan anggota leglisatif DPR RI), M, Mustakim MT menyebutkan Korupsi adalah suatu tindakan penyelewengan atau penggelapan uang negara dan perusahaan untuk kepentingan pribadi atau orang lain. Secara yuridis, sebagaumana yang tertera dalam pasal 2 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2001, Tentang Revisi Atas UU no. 31 Tahun 1999. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, isti;lah korupsi dipersempit menjadi “Setiap orang baik pejabat pemerintah atau swasta yang secara hukum melakukan perbuatan memperkayta diri srndiri atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.”
Secara hukum korupsi adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketantuan peraturan perundangan-undangan yang mengatur tentang tindak mpidana korupsi. Masih banyak lagi pengertian-pengertian korupsi baik menurut pakar ataupun lembaga yang kompeten. Secara umum korupsi adalah perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk pribadi atau golongan.
Pemberantasan Korupsi berbasis Teknologi
Pemberantasan korupsi dengan teknologi dapat dilakukan dalam bentuk represif dan preventif. Kemajuan teknologi komunikasi yang telah dibuktikan KPK dengan menyadap komunikasi orang yang dicurigai sebagai pelaku korupsi membuktikan bahwa teknologi dapat dilakukan sebagai upaya terjadinya tindak korupsi. Dengan pemanfaatan teknologi, selayaknya pembuktian korupsi bisa lebih mudah dilakukan oleh aparat dan segera dilakukan tindakan hukum yang keras sesuai dengan dampak buruk yang diakibatkannya.
Peranan teknologi dalam pemberantasan korupsi saat ini terkesan terdistorsi oleh masalah hukum paska penggunaan teknologi ini. Aturan hukum dan penerapan aturan yang masih dianggap kurang keras, menjadikan pelaku korupsi yang belum tertangkap, tidak jera untuk tetap melakukan korupsi. Jika kemampuan teknologi dapat disinergikan dengan aturan sangsi yang lebih keras, misal hukuman mati, diharapkan memberi efek jera pada para pelaku korupsi. Upaya preventif dapat dilakukan dengan cara malakukan otomasidalam setiap lini aktifitas layanan dan fungsi pemerintahan. Dengan adanya otomasi dan keterbukaan informasi berbasis teknologi, peluang untuk melakukan korupsi dapat dikurangi.
Usaha pembentukan moral anti korupsi betrbasis teknologi
Pemanfaatan teknologi untuk mendukng akuntabilitas kinerja penyelenggara pemerintah dapat dikatakan sebagai upaya preventif untuk mengurangi tindak korupsi dari sisi kesempatan. Dengan adanya kemudahan akses terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan, akan membuat penyelenggara pemerintahan sulit melakukan untuk manipulasi menutu-nutupi tindakan yang tidak baik yang akan dilakukannya.
Peningkatan kontrol terhadap kinerja aparat memanfaatkan teknologi dan diimbangi dengan tindakan peningkatan kesejahteraan, merupakan langkah yang M. Mustakim, MT yakini dapat membuat orang menjadi jauh dari pikiran kotor korupsi. Peningkatan kesejahteraan tanpa peningkatan kualitas kontrol hanya akan menghabiskan anggaran dan tidak dapat menghilangkan budaya korupsi. Peningkatan kesejahteraan dan peningkatan kontrol dan sangsi terhadap tindakan korupsi, adalah harga mati untuk pemberantasan korupsi. (Fauzan DeKa)
Kamis, 18 Desember 2008
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Beragam alat dan teknologi pada intinya memang dibutuhkan PR agar apa yang mereka buat menjadi lebih efisien dan efektif. Press Releases misalnya merupakan hal yang berguna untuk menyampaikan berita ke editor atau reporter di media cetak. Pitch letter digunakan untuk mencakup khalayak yang lebih intensif dari cerita berdasar fakta, karena ia berisi hal-hal eklusif. Dalam press kit biasanya sudah ada cover letter dan juga press release yang memuat beragam informasi yang akan dipromosikan dan beberapa hal yang mendukung apa yang dipromosikan seperti brosur, foto ataupun biografi.
Walaupun press releases, press kit dan pitch letter menjadi alat yang dominan dalam perkembangan dunia PR. Akan tetapi, sekarang ini, perkembangan teknologi membuat munculnya alat PR baru seperti video, audio dan komunikasi komputer. Alat-alat hasil perkembangan teknologi ini mampu menjangkau khalayak sangat luas dimana dahulu itu dianggap mustahil.
Ada beberapa perkembangan teknologi pada dunia PR. Diantaranya munculnya teknologi baru seperti di bidang press releases seperti munculnya video news releases (VNR), webcast, dan satelit media tours (SMT).
1. Video News Release (VNR)
Merupakan news releases yang disiarkan di siaran berita televisi. Durasinya dari 90 detik sampai dua menit. Biasanya video dan audio, dalam konsep news realeases yang satu ini, terpisah. Hal ini akibat stasiun televisi akanm memberikan audio tersendiri untuk VNR ini. Salah satu bentuk VNR adalah Edited B-roll. Edited B-roll biasanya merupakan bahan kasar. Ia berdurasi tiga sampai lima menit dan belum mengalami proses pengeditan. Biasanya setelah diedit, ia berdurasi lebih panjang dan diberi beragam feature yang membuatnya semakin menarik. VNR ataupun edited B-roll menggunakan internet sebagai media penyalurnya.
2. Webcast
Webcast menggabungkan konsep audio dan video. Ia disiarkan melalui internet
3. Satellite Media Tours (SMT)
4. Media Satelit
SMT terkait dengan spokeperson. Spokeperson, baik selebriti ataupun orang yang memang dipilih untuk menjadi humas, suatu perusahaan, produk atau organisasi, pada konsep PR yang satu ini, dapat melakukan semacam konferensi pers dimana ada wawancara yang terjadi antara dirinya dan reporter yang nantinya akan disiarkan di beberapa stasiun televisi. SMT disirkan melalui satelit. Alat PR yang satu ini memungkinkan adanya interaksi atau dialog antara klien dan spokeperson perusahaan atau produk.
Selain press realeses perkembangan juga terjadi di press kit. Sekarang, terdapat elektronik press kit. Memang bedanya hanya ada pada sifat keelektronikannya saja. Meskipun demikian ia cukup efisien dalam menciptakan hubungan antara perusahaan dan khalayak. Selain itu, ada perkembangan lain yang cukup significan dalam bidang kehumasan. Diantaranya munculnya online advocacy sistem, online media database dan online tracking sistem. Online Advocacy Sistem bisa diartikan sebagai kampanye perusahaan secara online kepada khalayak, pekerja, ataupun hal lain yang terkait dengannya. Online media database adalah berisi informasi yang berhubungan dengan perusahaan yang akan disampaikan ke publik. Sedangkan online tracking sistem berfungsi sebagai monitor. Ia Memudahkan PR suatu perusahaan untuk memonitor atau mengawasi media apa yang sedang memuat berita tentang media meraka dan apa isi berita tersebut, merugikan atau tidak.
Meskipun terdapat beragam teknologi yang membuat PR semakin canggih dan mampu menjangkau masyarakat luas, hal yang paling penting adalah memuat unsur pemberitaan yang lengkap dimana what, who,why, when, dan where terpenuhi. Selain itu, agar menarik minat khalayak untuk dibaca atau ditonton, PR haruslah memasukkan news value agar beritanya memiliki nilai tersendiri.
Teknologi dalam Iklan
-E-Commerce marketers and consumers must build a mutually beneficial relationship over time through the Internet- Seth Gordin
Iklan berkembang seiring perkembangan media massa. Teknologi yang paling mutakhir dalam perkembangan industri iklan adalah penggunaan internet. Iklan pada blog, intermercial ataupun button adalah beberapa bentuk penggunan internet sebagai ruang iklan. Beberapa orang bahkan menyatakan internet bukan hanya ampuh menjangkau khalayak yang beragam tapi juga merupakan salah satu cara memperluas efek dari iklan yang sebelumnya memang telah dibuat di media konvensial. Ya, karya cipta ARPANET ini mampu menjadi ruang alternatif selain media massa konvensional lain- televisi, radio dan media cetak- untuk menyiarkan iklan ke khalayak.
Selain kedua keunggulan tersebut. Internet juga mampu membuat pemasang iklan bercakap-cakap tentang produknya dalam chat room ataupun message board. Hal ini tentunya memiliki efek tersendiri. Dengan srategi iklan yang seperti ini konsumen ingin dibuat terpengaruh, tentunya melalui diskusi yang ada antara pemasang iklan dan konsumen. Dengan diskusi satu sama lain, pemasang iklan bisa benar-benar meyakinkan konsumen akan produknya.
Meskipun iklan pada internet memiliki keunggulan tersendiri. Ia pun tetap memiliki kekurangan. Iklan yang sempit membuat terbatasnya penjelasan mengenai iklan tersebut. Akibatnya muncul format dan ukuran baru dalam menyebarkan iklan di internet. Iklan lebih banyak di halaman web. Selain itu, ia dapat ditemukan baik di halaman tengah, atas ataupun bawah.
Penggunaan teknologi juga berdampak pada hubungan antara konsumen dan merk yang diiklankan. Perusahaan suatu merk terkadang memiliki database konsumen yang berisi informasi tentang pelanggan mulai dari nama, telepon, ataupun alamat tempat khalayak tinggal. Salah satu web yang membantu men-database pelanggan merk adalah Yahoo. Dengan Yahoo, kita bisa tahu siapa saja pengguna iklan tersebut. Ketika beberapa pelanggan menemukan kebingungan, pelanggan yang telah terdaftar dalam database bisa menemukan website dan melihat lebih jauh tentang iklan itu.
Selain internet, ada hal lain yang bisa memberi informasi secara personal dengan pelanggan. Bentuknya memang bukan dengan cara mendata konsumen. Akan tetapi dengan cara merekam dan mengulang kembali iklan yang ada di televisi. Hal ini disebut Tivo (New Digital Video Recorder). Dengan Tivo, iklan yang semula telah direkam dari televisi bisa dinikmati lagi oleh pelanggan di waktu lain.
Memang bukan hanya internet yang menjadi media alternatif memasang iklan. Wireless internet dan internet telephony merupakan beberapa hal yang memungkinkan iklan untuk dijangkau orang banyak. Selain itu, ada pula radio satelit dan digital video recorder.
http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=560&Itemid=41
2. Apakah ada kesenjangan antara hal yang tertulis di buku dengan kondisi PR di Indonesia? Jelaskan!
Perbedaan-perbedaan antara hal yang tertulis di buku Media Now dengan kondisi PR di Indonesia adalah:
a. fasilitas dan teknologi yang masih terbatas.
Di Indonesia masih sangat jarang dilakukan Video Conferences.
Video Conferencing itu sendiri adalah salah satu sarana Public Relations yang dapat memuat audience dalam jumlah besar yang berada di tempat yang berbeda baik di lingkup dalam negeri maupun luar negeri. Sarana ini membuat mungkin para pelaku Public Relations saling melihat dan berbicara dari berbagai tempat yang mereka sewa seperti hotel, teater, dan lokasi-lokasi lain yang memiliki fasilitas video.
Tujuan dari penggunaan sarana ini adalah memperlancar komunikasi antara pekerja, dalam event-event tertentu, ataupun untuk menjaga hubungan dengan media.
Namun kenyataannya di Indonesia hal tersebut diatas masih sangatlah minim, karena kecenderungan kurangnya dana yang dicurahkan kepada seksi Public Relations dalam suatu perusahaan. Padahal untuk mendapatkan efek PR yang maksimal, diperlukan berbagai sarana untuk mempercepat waktu dan menjalin hubungan dengan sebaik-baiknya.
Hal ini mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam PR, yang berarti menghambat pengintegrasian para pekerjanya.
b. Masih belum lazimnya teknologi Webcasting
Webcasting adalah bentuk dari produksi siaran yang menampilkan streaming video juga audio di internet. Sarana ini digunakan untuk memnyampaikan press conference secara live ataupun event lainnya, ke komputer audience yang dituju.
Jadi hal ini membuat mungkin reporter ataupun produser menyaksikan dari layar komputernya sendiri tidak hanya video namun juga text, dan foro.
Hal ini tentu memudahkan akses komunikasi perusahaan ke audience yang dituju, sehingga dapat meningkatkan pemahaman diantara keduanya yang menuju ke arah mutual understanding between each other (fungsi dasar dari Public Relations).
Hal ini mempengaruhi fungsi PR untuk menyampaikan komunikasi atau keputusan PR-nya kepada publik eksternal.
c. Masih belum lazimnya teknologi Online Monitoring
Untuk membantu para praktisi PR dalam menganalisis hasil dari kerja mereka, idealnya mereka mengetahui bagaimana tanggapan dan response dari media, pesaing, pelanggan, dan stakeholders lainnya mengenai perusahaan dan klien mereka.
Maka selain melakukan penelitian, mereka juga dapat bekerja sama dengan perusahaan yang menjual jasa tracking, yang memiliki tracking software yang canggih seperti Luce Online dan CyberAlert yang dapat memoniter melalui World Wide Web (www) dab menyampaikan laporan, yang meliputi keimpulan dari artikel atau teks yang ada.
Hal ini tentu memudahkan pengukuran dalam mengukur kefektivitasan PR. Namun lagi lagi Indonesia belum memiliki sarana dan prasarana yang memungkinkan hal tersebut, karena perkembangan teknologi dan sumber daya modal di Indonesia umumnya masih sangat terbatas. Dan hal ini mempengaruhi fungsi PR dalam mendapatkan input dari eksternal yang dapat berguna dalam proses pengambilan keputusan.
3. Bagaimana teknologi dapat membantu tingkat ketercapaian tanrget dari iklan
Public relation adalah teknik menyampaikan pesan kepada masyarakat agar maksud yang kita sampaikan dapat diterima baik dan tujuan kita tercapai. public relation digunakan berbagai perusahaan untuk hubungannya dengan sosial masyarakat dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi seperti kegiatan promosi, pemasangan iklan, kerja sama dengan pihak lain, dsb. Selain itu, public relation juga berguna untuk mengantisipasi konflik yang terjadi pada perusahaan sebagai media penghubung agar komunikasi antarpihak yang berkonflik berjalan dengan baik.
Perkembangan teknologi media massa memudahkan aktivitas public relation. Jika dahulu public relation harus dilakukan langsung di hadapan publik, yang mana seorang penyampai pesan berdiri di tengah khalayak ramai, kini hal seperti itu tidak perlu. Melalui media massa, baik cetak (koran, majalah, tabloid, poster, pamflet, dll) maupun siar (televisi, radio, video), kegiatan public relation justru lebih efektif dilakukan. Jangkauan audience lebih luas dan pesan yang tersampaikan pada masyarakat juga lebih beragam dalam satu waktu. Dan dengan adanya internet, public relation dapat dilakukan secara online di dunia maya melalui email, chatting, web pages, blog, dsb. Karena itulah teknik penyampaian pesan pada publik kini lebih menuntut pada kreativitas dalam mengambil hati masyarakat, bagaimana supaya masyarakat tertarik untuk menerima informasi dari suatu pihak dan mewujudkannya.
Periklanan
Iklan adalah bagian yang sangat vital dalam kegiatan ekonomi marketing suatu produk barang atau jasa. Pada zaman dahulu, kegiatan promosi atau iklan suatu produk barang atau jasa dilakukan secara orasi (speech). Lalu, ketika ditemukan aksara baca-tulis, manusia melakukan kegiatan ekonominya dengan ditulis pada wadah untuk menulis, entah itu pada batu, kain, tulang, atau kertas. Wadah yang terakhir ini melahirkan iklan yang muncul dalam bentuk poster, pamflet, atau flyer. Lalu dengan adanya printer yang mempengaruhi perkembangan media cetak, iklan dimuat di halaman-halaman surat kabar, koran, majalah, tabloid, dsb. Ketika media penyiaran mulai menggeliat dengan munculnya radio, manusia membuat iklan dalam bentuk suara. Saat itu penyiar radio berperan penting dalam penyampaian pesan bagaimana suatu iklan dapat menarik masyarakat.
Lalu, ketika muncul televisi, iklan dibuat dalam bentuk audio-visual. Tentunya iklan semacam ini mengandalkan artis yang sekiranya dapat menarik target audience. Pada mulanya, iklan televisi dibuat dengan hanya menampilkan gambar produk serta tulisan akan manfaat produk tersebut. Lalu perkembangannya, iklan televisi mengandalkan orasi dari seorang atau beberapa artis. Dan hingga kini iklan televisi dapat disaksikan tidak hanya dengan orasi si artis, tapi juga disertai dengan akting menarik, latar belakang musik, dan adegan-adegan yang atraktif yang membuat iklan menjadi tidak monoton.
Bahkan dengan munculnya komputer, iklan televisi menjadi terlihat lebih menarik, misalkan dengan menggunakan gambar animasi. Komputer juga membuat iklan pada media cetak menjadi tampak lebih menarik. Tidak hanya pada surat kabar, iklan juga dapat dicetak dalam bentuk baliho atau pada papan-papan besar yang biasa terlihat di pinggir jalan kotaIklan dibuat untuk meraih, setidaknya, satu dari tiga tujuan utama, yaitu: mendapatkan informasi terbaru (brand awareness), kesetiaan penggunaan produk (brand loyalty), dan pergeseran pada keberadaan produk sebelumnya. Berkaitan pula dengan public relation, iklan juga dibuat sesuai dengan segmentasi interest target audience yang dituju.
http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=721&Itemid=9
4. Apakah ada kesenjangan antara hal yang tertulis di buku dengan kondisi periklanan di Indonesia? Jelaskan!
a. Advertising Today pada buku Media Now memiliki kesenjangan dengan kondisi periklanan di Indonesia sekarang.
Buku Media Now menggambarkan bahwa pada masa kini, internet adalah sarana yang dapat dengan mudah menjangkau pelanggan suatu perusahaan, dan bahkan mereka bisa dikirimi kartu ucapan melalui internet, dan pelanggan tersebut pun dapat membalas kembali (menjalin hubungan komunikasi dua arah).
Hal ini membuat perusahaan dapat berkomunikasi dengan pelanggannya, bukan hanya berbicara / menyampaikan pesan kepada mereka.
Namun hal ini tidak sesuai dengan yang ada di Indonesia. Masyarakat Indonesia sendiri masih belum mengenal secara keseluruhan apa saja yang dapat dilakukan dan yang ada di internet, atau bahkan mereka pun masih ada yang belum mengenal internet. Sehingga di Indonesia pada kenyataannya internet masih belum dapat diandalkan untuk menjangkau berbagai kalangan, karena penggunaannya hanya masih terbatas pada kalangan tertentu saja.
b. Begitu juga pada penayangan iklan, masih belum efektif untuk mengiklankan produk atau perusahaan melalui internet. Hal ini dikarenakan belum semua kalangan di Indonesia familiar dengan internet dan kegunaannya. Masih banyak masyarakat Indonesia yang buta teknologi.
c. E-commerce pun masih belum dapat berjalan dengan maksimal. Karena dari segilintir penduduk Indonesia yang mengerti dan dapat melakukan e-commerce, namun lebih sedikit lagi dari mereka yang benar-benar mempercayai perusahaan atau situs tersebut, karena maraknya tindakan kriminal di Indonesia.
5. Ceritakan pengalaman Anda atau kelompok Anda yang terkait dengan dunia periklanan yang menggunakan teknologi terkini dalam penyampaian pesannya!
Teknologi pada bidang periklanan berkembang berdampingan dengan perkembangan teknologi media massa. Pada dekade terakhir, perkembangan teknologi di dalam industri periklanan berputas di sekitar dunia internet. Banyak iklan dipasang melalui jaringan internet. Sebagai contoh, dapat dilihat begitu banyaknya iklan yang terpampang atau bahkan bisa tiba tiba muncul ketika kita sedang browsing informasi di internet. Intermercial misalnya, merupakan iklan yang muncul bahkan sebelum kita terhubung pada jaringan internet. Para pengiklan biasanya memilih internet, karena jangkauan internet sangatlah luas. Internet mampu menjaring jutaan pemirsa. Untuk itulah bisnis periklanan di dunia internet menjadi terus berkembang hingga sekarang. Periklanan melalui internet diharapkan dapat membantu promosi produk.
Cara lain yang digunakan untuk beriklan adalah dengan mensponsori situs yang kira kira akan ramai dikunjungi oleh pemirsa. Contohnya google.com dimana seseorang terbiasa mencari informasi. Dengan mensponsori situs tersebut, nama produk atau perusahaan akan terpampang ketika seseorang membuka situs google.com. Teknologi informasi telah dan secara terus menerus menciptakan cara baru demi menghubungkan antara merk suatu produk
dengan konsumen. Diharapkan, jika seseorang secara intensif dan frekuentif membaca merk suatu produk, maka konsumen akan terpengaruh untuk membeli produk tersebut yang telah diiklankan di media konvensional seperti surat kabar, majalah, koran, televisi, atau radio. Mungkin yang menjadi aspek yang paling menarik dari internet terdapat pada suasananya yang interaktif. Internet memungkinkan pertukaran informasi berlangsung dengan c epat, karena internet merupakan sarana komunikasi dua arah. Para perusahaan dapat mempromosikan produknya sekaligus mewadahi keluhan dan saran dari pelanggannya melalui internet. Dengan demikian keluhan dapat ditanggapi secara lebih cepat, dan hubungan dapat diperbaiki kembali.
Cara lain yaitu dengan menggunakan banner iklan di sebuah situs. Ketika kita membuka sebuah situs maka akan muncul banner iklan dari perusahaan yang hendak mepromosikan produknya, yang ketika di-klik maka kita akan terbawa ke situs pengiklan tersebut. Akan tetapi, cara ini kurang efektif karena tidak semua orang akan tertarik atau bahkan melihat dan kemudian untuk meng-klik situs pengiklan tersebut. Untuk mengatasinya banner iklan saat ini diletakkan di tengah-tengah halaman situs.
E-Commerce adalah cara baru dalam transaksi komersial dan perdagangan yang ada di internet. Dengan e-commerce, pelanggan dapat mengunjugi sebuah situs dengan produk bersaing dan informasi harga, menanyakan hal-hal yang ingin diketahi, membaca komentar dari pelanggan lain dan bahkan membeli produk tersebut.
Selain itu perkembangan teknologi juga memberikan sentuhan baru pada penggunaan media iklan konvensional seperti baliho atau poster. Namun, poster atau baliho saat ini tidak hanya mengandalakan dari pencetakan dia ats kertas, kain atau bahan lainnya. Poster atau baliho digantikan oleh layar televisi dengan teknologi khusus yang sedemikian rupa sehingga bisa menampilkan gambar bergerak yang mempromosikan produk tertentu. Ini disebut digital imaging technology. Selain dipasang di jalan, teknologi periklanan in ijuga diletakkan di tempat-tempat tertentu, biasanya di arena olahraga. Kita pasti sering melihat di arena olahraga seperti basket atau sepakbola terdapat layar besar yang secara berkelanjutan dan bergantian menampilkan berbagai produk yang mensponsori pertandingan tersebut.
www.perempuanpunyacerita.blogdetik.com
Natasha Sumana Wardhani (04120050163)
Yoanna Miranti (04120050168)
Nadia Sarah Cahyanda (04120050195)
Adde Rosi (04120050198)
KONTROVERSI UU BHP
Pembahasan RUU BHP Temui Jalan
Perubahan pasal mengenai tata kelola Badan Hukum Pendidikan yang diusulkan Menteri Pendidikan Nasional pada ujung rapat pembahasan ditolak oleh sebagian besar fraksi-fraksi di Komisi X DPR.
Demikian terungkap dalam rapat kerja antara Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan anggota Komisi X DPR, Senin (1/12). Perumusan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) sudah selesai dan dijadwalkan disahkan oleh komisi tersebut hari Senin kemarin. Setelah itu, RUU BHP tinggal disahkan oleh Rapat Paripurna DPR.
Mendiknas Bambang Sudibyo mengusulkan 65 butir perubahan pada Oktober 2008. Perubahan itu sebagian bersifat redaksional, tetapi terdapat perubahan substansial terkait tata kelola BHP.
Sebagian besar fraksi dengan tegas menolak pembahasan kembali usulan Mendiknas. ”RUU BHP sudah tiga tahun dibahas dan menimbulkan berbagai kontroversi. RUU BHP yang disusun tim perumus sudah melalui uji publik dan mengakomodasi aspirasi stakeholder pendidikan. Penyusunan sesuai prosedur. Usulan Mendiknas tidak dapat dibahas lebih lanjut karena tidak prosedural. Itu melanggar ketentuan pembuatan undang-undang,” ujarnya.
Bambang Sudibyo mengatakan, usulan itu sudah dimasukkan pada Juni 2007. ”Tapi, usulan itu diabaikan. Tata kelola sangat krusial.
Terkait dengan keinginan Mendiknas tersebut, terdapat dua pendapat di antara para anggota komisi, yakni membahas usulan menteri atau dengan
Ketua Tim Perumus RUU BHP Anwar Arifin mengatakan, Mendiknas meralat konsep dengan mengurangi kewenangan Majelis Wali Amanah dan senat akademik dalam BHP. ”Mendiknas sepertinya ingin memosisikan kewenangan kepada rektor,” ujarnya.
Anwar Arifin mengatakan, soal pendanaan sudah tuntas. Pemerintah dan pemerintah daerah, sesuai dengan kewenangannya, menanggung semua biaya investasi, beasiswa, dan bantuan biaya pendidikan kepada BHP pemerintah dan BHP pemerintah daerah yang menyelenggarakan pendidikan menengah dan tinggi. Pemerintah juga menanggung paling sedikit seperdua biaya operasional.
Peserta didik yang ikut menanggung biaya pendidikan disesuaikan dengan kemampuan orangtua, paling banyak sepertiga dari biaya operasional. (INE)-Kompas Edisi Cetak-
RENUNGAN
Di Sini Saja
Pernahkah kita merenung bagaimana jika orang-orang dimuka bumi ini tidak berkata di sini saja terhadap pekerjaan mereka? Sekarang mari kita berkhayal dimana kita berada pada situasi yang dimana semua orang menginginkan untuk menjadi direktur, presiden, menteri atau apapun yang menurut kita memiliki gaji atau penghasilan yang menggiurkan? Maka kehidupan tidak akan berjalan normal seperti biasa. Bagaimana jika petani ingin menjadi direktur semua? Makan apa kita? Dan bagaimana jika supir angkutan umum tidak mau lagi menjadi supir? Untungnya mereka semua berkata di sini saja terhadap profesi mereka, jadi kehidupan bisa normal seperti yang kita rasakan saay ini.
Dari perenungan diatas maka kita baisa mengambil pelajaran bahwa apapun pekerjaan yang kita geluti pasti ada manfaatnya. Terlebih bagi orang yang sering memandang rendah sebuah pekerjaan. Ingatlah petanipun sangat berjasa memberi kita kehidupan. Jadi sekali lagi saya tekankan untuk menghargai pekerjaan dan menghargai orang lain yang mungkin pekerjaan mereka kita anggap rendah. Karena tanpa mereka kehidupan ini tidak akan berjalan normal. Renungkanlah!
PONSEL TV
Mungkin awal 2000an nonton tv di ponsel menjadi hal yang mustahil dan hanya berupa gagasan saja. Tapi sekarang kita bisa melihat gagasan tersebut menjadi nyata. Sekarang banyak ponsel yang menawarkan televisi sebagai produk andalan.
Terlebih selama Piala Dunia 2006 berlangsung di Jerman, para pelaku bisnis saat ini giat memasarkan telepon seluler yang bisa menangkap siaran televisi. Cuplikan pertandingan dan gol-gol yang terjadi di ajang Piala Dunia 2006 pun dapat di nikmati melalui ponsel mini. Di antaranya Nokia yang menghadirkan ponsel N92, menawarkan teknologi pencari signal TV yaitu teknologi DVB-H, sedangkan samsung dengan SGH-P900nya, dilengkapi dengan teknologi Digital Multimedia Broadcast (DMB), serta Samart yang merupakan produk dari Thailand yang bekerjasama dengan XL, telah masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu dengan ponsel i-MobileTV901. Ponsel dengan fitur siaran televisi memang bukanlah hal yang aneh, terutama dalam konteks generasi ketig (3G). Layanan ini pada dasarnya adalah layanan dengan transfer data berkecepatan sangat tinggi, atau lebih dari 3 Mbper detik. Sehingga dalam kondisi tersebut, pengguna ponsel bisa menikmati berbagai layanan yang mengandalkan koneksi data, seperti menonton televisi di posel atau konferensi video.
Saat ini ada 2 teknologi utama yang mendukung mobile TV, yaitu DVB-H dan T-DMB. Fitur DVB-H (Digutal Vidio Broadcast-Handheld) ialah fitur dalam ponsel berteknologi 3G yang mensyaratkan pengambilan data (download) untuk bisamenikmati siaran televisi, dimana DVB-H merupakan pengembangan lebih lanjut dari Digital Vidio Broadcasting (DVB), suatu standart di Eropa. Teknologi ini mampu menghadirkan trasfer data berkecepatan tinggi dan mendukung layanan siaran bergerak.
Hal tersebut berbeda dengan T-DNB (Terrestrial Digital Media Boardcasting), teknologi untuk mendukung akses siaran televisi melalui telepon seluler yang tidak menggunakan tenologi 3G. Alih-alih mengandalkan teknologi 3G, Samsung memperkenalkan pomsel SGH-P900 yang berteknologi T-DMB (Terrestrial Digital Multimedia Broadcasting). Dengn fitur tersebut, pengguna ponsel Samsung SGH-P900 pun bisa memanggil siaran di ponsel mereka, dengan melengkapi ponsel tersebut dengan TV tuner biasa. Caranya, TV tuner pada ponsel akan menangkap siaran dari pemancar siaran stasiun televisi, bukan dari menara base transceiver stasion (BTS) milik operator seluler. Alhasil, ponsel dengan TV tuner seperti ini memang akan lebih bagus bila berada di kota-kota besar yang pancaran frekuensi televisi nya sangat kuat. Ada pilihan serupa pula dari ponsel Semart. Ponsel produksi Thailand ini menawarkan I-Mobile TV901 yang juga memiliki TV tuner yang sama halnya ponsel Samsung, yaitu TV901 bisa menerima siaran dengan baik di wilayah yang sudah tercakup frekuensi televisi.
Menonton televisi melalui handphone saat ini pun telah menjadi kenyataan, dan akan menjadi trend terbaru. Bahkan diperkirakan, dalam tiga atau empat tahun lagi, ponsel yang kalian miliki, dapat memilki 200 saluran televisi! Memang dikala aktivitas kehidupan menjadi sangat mobile dan dinamis, berbagai informasi terkini juga berada bersama dan menyartai kita. Dan kita patut bersyukurkita hidup dijaman yang serba mobile dan digital ini.
KEBAHAGIAAN YANG SEMPURNA
Jika kita melihat judul diatas, tentu jawabannya tidak. Kenapa? Karena kebahagiaan itu sendiri ada saatnya dan disaat yang lain dia menghilang entah kemana. Dan pada saat itu kita membutuhkan sesuatu yang lain, misalnya penderitaan. Karena dengan adanya penderitaan tersebut kita bisa merasakan arti sebuah kebahagiaan, sebab kita tidak bisa membeli kebahagiaan yang hilang atau pergi tersebut dengan apapun yang kita punya.
Sebagai mahasiswa, tentu kita akan sangat bahagia jika bisa lulus dengan predikat cum laude, akan tetapi kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama, karena setelah itu kita mau ngapa? Perasaan galau dan cemaspun menghampiri. Lihatlah, kebahagiaan lulus cum laude membutuhkan hal lain supaya bahagia lulus cum laude itu tidak semu dan sesaat. Hal lain itu mungkin bisa dengan mencari kerja, buka usaha, membuat terobosan baru dll. Pada saatnya nanti, diujung hal tersebut kita akan menemukan kembali kepada hal kebahagiaan lulus cum laude yang dulu pernah kita rasakan.
Dari contoh diatas dan masih banyak contoh yang lain kita bisa mengambil pelajaran, bahwa kesempurnaan kebahagiaan akan hadir ketika kebahagiaan itu sendiri pergi meninggalkan kita. Kebahagiaan itu pergi semata-mata untuk memberikan kesempatan terhadap hal lain yang bertugas mendidik kita dengan cara yang berbeda, yang justru dengan begitu kebahagiaan yang pergi itu dapat menyapa kita kembali. Terima kasih.
